
REL KehidupanKU Saye terlahir di desa gembong tepatnya berada di kabupaten Purbalingga. saya di asuh oleh kedua orang tua saya, semenjak kecil saya dididik agar dapat mandiri, dan semenjak kecil pula saya sebenarnya kurang memperoleh kasisanyang dari orang tua. setiap pagi kedua orang tua saya berangkat bekerja dan pulang saat mentari mulai menjadi marah. dan saat saya mulai tumbuh besar, saya mulai sadar semua kegiatan yang dilakukan oleh kedua orang tuaku adalah hanya untuk menghidupi anak- anaknya dengan segala pengorbanan, dengan semua kringat di tubuh yang keluar sedikit demi sedikit untuk mencari sesuap nasi, lama kelamaan saya mulai beranjak dewasa, saat itu saya masuk kesebuah instansi atau yang disebut sebuah sekolah menengah keatas salah satu sekolah menengeh yang berada di purbalingga. disana saya belajar banyak tentang persahabatan seorang teman sejati, suka bersama dan duka bersama bagai sebuah pohon kecil dengan akar- akarnya yang kuat dan dalam menembus tanah, namu saat pohon itu bercabang atau meyngkin salah satu rantingnya ada yang patah seperti persahabatan yang mulai mempunyai perbedaan suatu idiologi atau pemahaman namun semua itu dapat bersatu kembali karena pohon tersebut mempunyai akar- akar yang kuat dan masih dalam satu kesatuan yang bersinergisitas. Dengan keyakinan bersamalah kami mulai membangun suatu pesahabatan yang hinggakini bahkan mungkin hingga tua kami menjemput kami akan tetap bersahabat, kita mulailagi saat masa- masa SMA dulu, saat itu kami bersama- sama mendirikan sebuah organisasi, suatu organisasi yang berhubungan dengan tanah air indonesia dan bagaimana caranya menanamkan rasa cinta tanah air kepada para pemuda- pemuda bangsa yang saat ini mulai teracuni oleh virus- virus komunis yamg semakin menyebar ke jantung- jantung jiwa pemuda sekarang, dan bagaimana caranya kami dapat berinteraksi dengan pemerintah menanggapi mengenai hal- hal yang bersangkutan dengan kesejahteraan kehidupan rakyat Indonesia yang kini mulai terabaikan dan tersingkirkan oleh sapu sapu lidi bangsa yang semakin membuat kesal raknyatnya dan mulai membakat jenggot mereka. dengan semangat baru... dengan harapan baru.... kami mulai merancang organisasi tersebut secara bersama, dengan satu tujuan, satu tekad, dan satu harapan kami tetapkan sebuah nama untuk organisasi kita.... kami beri nama untuk organisasi kami dengan nama Bantala Banyu yang berarti Bantala adalah sebuah tanah, tanah walaupun diinjak- injak, di ludaih tetapi dia tetap memberikan kesuburan bagi orang tersebut, dan Banyu adalah sebuah Air, air yang jernih dalam filosopi air bermakna kesatuan yang abadi, bagaimanapun juga saat ait di tempa oleh sesuatu dia pasti akam kembali seperti semula.
Tiga tahun sudah berlalu. setelah pengumuman hasil Ujian Nasiona kami mulai beranjak ke suatu tempat yang mulai memisahkan kami, seakan- akan takdir berusaha memecahbelah kami semua dan mulai menanamkan sifat mandiri kepada kami semua dengan adanya perpisahan, tapi kami semua akan menginkari semua itu, kami tetap jalin suatu hubungan dengan teman- teman kami, dan kami juga tidak akan meninggalkan organisasi yang kami buat bersama- sama dengan idiologi yang sama pula, yaitu Humanisme.
memang benar, suatu pertemuan pasti ada perpisahan, hal tersebut sepertinya sudah mendasar dalam suatu oertemuan dan seakan- akan sudah menjadi sesuatu yang sakral. memang Kehidupan ini bagaikan sebuah jalan dengan semua kendaraan- kendaraan yang ada di jalan itu, banyak sekali orang yang melewati jalan tersebut siliberganti dan hanya sekilas melihat kita yang berdiri berada di penggir jalan, ini sama saja orang- orang yang menemui saya dan hanya sekilas saja dia sudah perdi entah kemana, dan saat saya memberhentikan sebuah Bus kota yang besar, saya menaikinya dengan perasaan bangga dan penuh dengan cita- cita mau kemana aku akan berhenti, saat di dala Bus tersebut saya bertemu dengan orang- orang penuh dengan keyakinan dan penuh dengan harapan untuk maju dan menggerakan Bus tersebut, itulah saat aku memasuki sebuah Instansi dan saya mulai bertemu dengan orang orang yang kini menjadi sahabat yang sejati bagi saya yang mempunyai keyakinan yang sama dan tujuan yang sama pula. memang kami sering mengalami konflik- konflik interen dala kelompok kami, itu hal yang biasa saja dalam suatu kelompok. seperti saat kami menaiki sebua Bus dan roda Bus tersebut pecah, dan bagaimana kita dapat membuat agar Bus tersebut kembali dapat berjalan dan mengantar kami semua sampai ketujuan. itu lah yang kami lakukan agar kelompok kami dapat bertahan samp[ai sekarang ini.
Kami semua melakukan sesuatu hal secara bergotopng royong dan bersama- sama, karena bagi kami persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.
dan persahabatan adalah suatu hubungan yang melibatkan suatu pengetahuan dan aveksi. suatu persahabatan dapat menikmati segala sesuatu yang dilakukan bersama sahabatnya. itulah yang menjadi indah dalam persahabatan yang saya dan teman- teman saya rajut bersama dengan semangat dan dengan pemikiran yang sama pula........................
Saat aku perpikir tentang kita mau kemana dan siapa yang membimbing kita agar kita dapat sapai tujuan dengan selamat.
hal itu sama seperti siapa supir kita dan kenet kita di dalam sebuah bus kota. yang menjadi semua itu adalah agama kita, agama kita membimbing kita untuk dapat terus maju ke depan dan dapat mencapai tujuan kita, dengan berdoalah kita dapat menjalankan semua itu.
coba anda fikir, kita hidup di dunia ini pasti mempunyai sebuah tujuan yang jelas dan real, dan dengan apa kita dapat memenuhi tujuan itu...
hanyalah dengan berdoa dan berusaha, itu dapat memenuhi cita-cita kita....
dulu saya sempat mengalami kegelisahan yang sangat berarti bagi saya dan tidak dapat saya lupakan. seakan-akan hal itu selalu menghantui di dalam pikiranku ini dan selalu mengikuti kakiku melangkah.
namun saya sadar masih ada orang yang lebih menderita dari saya,
saya beruntung masih mempunyai teman yang sangat berarti bagi saya, saya beruntung mempunyai arti di mata mereka, dan saya beruntung dapat berbagi dengan mereka....
hal itulah yang membuat saya bangkit dari kesedihanku yang selalu menghantuiku dan selalu membayang.......
Sabtu, 14 Februari 2009
Diposting oleh pale di 19.42
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar